Badan Dunia WHO melaporkan Tahun 2002 tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal dunia akibat PJK di seluruh dunia,angka kematian tersebut diperkirakan meningkat hingga 11 juta orang tahun 2020. 
Dampak serius penyakit ini di Indonesia sudah terlihat, penyakit kardiovaskuler yang di dalamnya termasuk PJK menempati urutan pertama penyebab seluruh kematian yaitu mencapai 16 % pada survey kesehatan rumah tangga 1992. SKRT tahun 95 mencatat peningkatan hingga 18,9 %,hasil puskesmas tahun 2001 malah menunjukan angka 26,4 %.  
Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit pembunuh nomor 1 di dunia.  
Tahap-tahap terjadinya Penyakit Jantung  
Pola makan dan Gaya Hidup yang tidak benar >>> Penyempitan pembuluh darah pada jantung  >>> O2 dan Zat Gizi  >>> Kerusakan pada Organ Jantung secara berkala >>> Gagal Jantung  >>> Kematian Mendadak  
Potensi Terkena Penyakit Jantung  
Suka daging  
Suka gorengan  
Kurang sayuran  
Kurang minum air putih 8 gelas sehari  
Kurang buah-buahan  
Kebiasaan merokok  
Jarang olah raga dan stress  
Tahap Keluhan Jantung  
Nyeri dada sebelah kiri  
Keluar keringat dingin  
Gejala mual-mual  
Sel Darah Sehat  
yaitu sel darah yang mudah membawa oksigen dan nutrisi  
Sel darah merah tidak berkelompok  
Sel darah bebas bergerak dan mengalir  
Sel darah dapat membawa oksigen dan sari makanan ke seluruh organ tubuh  
Darah Tercemar Kolesterol dan Lemak  
yaitu sel darah yang sulit membawa oksigen & nutrisi. Jika dibiarkan akan menjadi serangan penyakit kronik yang dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (PJK), Stroke, Arteriosklerosis dan Atherosclerosis. 


1. Pembuluh darah arteri sehat, tidak ada luka dan pembuluh darah tidak pecah
2. Pembuluh darah arteri pecah & luka, terjadi karena mengalami defisiensi vitamin
3. Dinding pembuluh arteri mengalami perbaikan, kolesterol masuk ke dalam pembuluh darah yang pecah dan memperbaiki dinding arteri yang lemah.
4. Atherosklerosis pada dinding arteri, pembentukan kolesterol berlebih menyebabkan penimbunan lemak dan Gangguan Jantung


Penyumbatan Pembuluh Darah
Gangguan pada pembuluh darah akan menyebabkan: 
1.Penyakit Jantung Koroner 
2.Masalah pada kelenjar pankreas _ Diabetes Mellitus 
3.Gangguan pada otak _ Stroke 
4.Penurunan fungsi mata, dll
Product Review ... more details >>   MANFAAT K-OMEGASQUA, MEMBANTU
  • Menurunkan kolesterol dan trigliserida dalam darah.
  • Mengatasi rasa sakit dan radang pada penderita rematik, osteoarthritis, psoriasis, eksim, dll.
  • Menjaga kelenturan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.
  • Mencegah terjadinya kanker.
  • Menjaga kesehatan kulit dari terinfeksi bakteri dan jamur.
  • Mengatur denyut jantung sehingga mencegah serangan jantung.
  • Meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
  • Mencegah terserang penyakit influenza dan batuk.
  • Mempercepat penyembuhan luka, jerawat dan penyakit kulit lainnya.
  • Pada ibu hamil, mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah yang berlebihan selama hamil.
  • Pada ibu hamil membantu perkembangan otak janin dan meningkatkan berat badan janin serta mencegah bayi lahir prematur.
  • Membantu regenerasi sel saraf yang mati seperti pada penderita kencing manis dan orang tua.
  • Mencegah terjadinya serangan asma.
    Source: Product Workshop by PT. K-LINK Indonesia.

K-OmegaSqua

Diposkan oleh jogjahealthpedia | Rabu, November 25, 2009


Kode Produk: IDHF 001.
Izin Edar POM SD 031 305 991.
Kemasan 1 botol isi 30 softgel @1000mg.
K-OmegaSqua merupakan suplemen yang sangat bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung, kulit dan otak manusia.
K-OmegaSqua mengandung tiga unsur yang bekerja secara maksimal dan sinergis untuk menjaga kesehatan jantung, kulit dan otak.

KANDUNGAN K-OMEGASQUA   
OMEGA 3 (EPA & DHA)
Bersumber dari ikan Salmon Norwegia yang mempunyai kandungan Omega 3 yang paling tinggi yaitu 70% dengan perbandingan EPA 40% dan DHA 30%.
SQUALENE
Sangat bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen dalam sel dan menjaga kesehatan kulit. Merupakan minyak ikan hiu putih yang hidup di samudera Pasifik dengan kedalaman 600-1000 meter dengan kondisi lingkungan tanpa cahaya matahari, tekanan tinggi dan miskin akan oksigen.
VITAMIN E
Merupakan vitamin E natural yang bermanfaat sebagai antioksidan yang mampu mencegah terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah, menjaga kelembaban kulit dan lain-lain.

MANFAAT K-OMEGASQUA, MEMBANTU
  • Menurunkan kolesterol dan trigliserida dalam darah.
  • Mengatasi rasa sakit dan radang pada penderita rematik, osteoarthritis, psoriasis, eksim, dll.
  • Menjaga kelenturan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.
  • Mencegah terjadinya kanker.
  • Menjaga kesehatan kulit dari terinfeksi bakteri dan jamur.
  • Mengatur denyut jantung sehingga mencegah serangan jantung.
  • Meningkatkan sistem pertahanan tubuh.
  • Mencegah terserang penyakit influenza dan batuk.
  • Mempercepat penyembuhan luka, jerawat dan penyakit kulit lainnya.
  • Pada ibu hamil, mencegah terjadinya peningkatan tekanan darah yang berlebihan selama hamil.
  • Pada ibu hamil membantu perkembangan otak janin dan meningkatkan berat badan janin serta mencegah bayi lahir prematur.
  • Membantu regenerasi sel saraf yang mati seperti pada penderita kencing manis dan orang tua.
  • Mencegah terjadinya serangan asma.

KANDUNGAN K-OMEGASQUA :
KANDUNGAN tiap softgel :
Omega 3 (500 mg)
EPA (40%)
DHA (30%)
Squalene (500 mg)
Vitamin E (Natural) (3 IU)
PETUNJUK PEMAKAIAN :
Dewasa : 2 x 2 softgel (diminum sebelum makan)
Anak-anak : 1-2 x 1 softgel (diminum sebelum makan)
KEMASAN :
1 botol isi 30 softgel @ 1000 mg
HARGA :
Rp. 134.000,- plus ongkos kirim (via TIKI)  
Paket Promo 6 +1, setiap pembelian 6 (enam) botol (Rp. 804.000), gratis (free) 1 (satu) botol.    
PESAN via EMAIL, silakan Klik di sini, atau kirim Order / Pesanan melalui eMail ke alamat jogjaklink@gmail.com


K-Liquid Chlorophyll 


Formulasi USA (Nutritional Drink)Kode Produk HD 006.

Izin Edar POM TI 024 603 051.

Kemasan 1 botol isi 500ml Ekstrak Chlorophyll.

Apa itu K-Liquid Chlorophyll ?  
K-Liquid Chlorophyll adalah minuman kesehatan (Herbal Drink) yang bahan utamanya adalah sari klorofil dari daun Alfalfa (Medicago sativa), suatu herbal bernilai nutrisi tinggi.  
Komposisi :  
Sari Daun Alfalfa yang mengandung : Sodium, Copper, Chlorophyllin, Vit A, B-Complex, C, E, Calsium, Magnesium, Pospor, Asam Amino, Alpha & Beta Carotine + UIE (Universe Induce Energy). 
UIE (Universe Induced Energy) adalah sumber energi yang berasal dari lapisan pertama sinar matahari dan dianggap sebagai sumber energi yang tetap dan tidak akan habis. Energi ini sangat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Klorofil (chlorophyll) biasanya dianggap sebagai darah bagi tanaman. Keberadaannya terdapat di seluruh alam semesta. Klorofil dibentuk melalui proses fotosintesis di dalam tanaman, disimpan pada bagian daun tanaman. Klorofil kaya akan sumber energi mineral alami, vitamin, protein, elemen dan mikro-nutrien. Semua zat-zat tersebut penting untuk menjaga kesehatan, terutama menyeimbangkan kandungan asam dan basa di dalam tubuh.
Manfaat / Kegunaan :  
  • Sebagai Anti Oxidant, baik untuk kesehatan mata, paru-paru, lambung, pencernaan dll.
  • Kandungan satu sendok makan K-Liquid Chlorophyll sama dengan 1 (satu) Kg sayur.
  • Memperlancar dan membersihkan darah dari segala bentuk racun dan zat kimia dalam tubuh.
  • Berfungsi sebagai anti kanker.
  • Menjaga keseimbangan Hormon dan keasaman dalam tubuh.
  • Menghalangi pertumbuhan bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.
  • Meningkatkan daya serap nutrisi dan energi. 
Fungsi Utama K-Liquid Chlorophyll :
Cleansing
Membersihkan sistem pencernaan, membersihkan darah, membunuh bakteri, mencegah infeksi dan detoksifikasi.  
Balancing 
Menyeimbangkan kadar asam dan Alkali di dalam tubuh.  
Nourishing 
Meregenerasi sel darah merah dan menstimulasi regenerasi sel.
Petunjuk Pemakaian : 
  • Larutkan 1 (satu) sloki/sendok makan dalam segelas air putih.    
  • Untuk anak-anak dibawah umur 12 tahun cukup larutkan 1/2 (setengah) sloki atau 1 (satu) sendok teh K-Liquid Chlorophyll.    
  • Minum 3 (tiga) gelas sehari (sebelum makan/perut kosong).
Kemasan :
1 botol isi 500ml Ekstrak Chlorophyll.

HARGA :
@Rp. 140.000 plus ongkos kirim (via TIKI) 
Paket Promo 6 +1, setiap pembelian 6 (enam) botol (Rp. 840.000), gratis (free) 1 (satu) botol.  
PESAN via EMAIL, silakan Klik di sini, atau kirim Order / Pesanan melalui eMail ke alamat jogjaklink@gmail.com
Related Post :  
Three Main Functions of K-Liquid Chlorophyll (Cleansing, Balancing, Nourishing) 
  • Cleansing : Cleanses the digestive system, assists in purifying blood, eliminates bacteria, disinfects and detoxifies.
  • Balancing : Balances body acid-alkali levels, boosts the functions of the body systems and helps balance hormone levels. 
  • Nourishing : Assists in red blood cell generation, enhances oxidation process and stimulates cell re-generation
Liquid Chlorophyllin is recommended because of its detoxifying, antioxidant and nourishing properties. It also deodorizes the body and reduces constipation and flatulence.
Recommended dose (adults); Mix 1 tablespoon of K-Liquid Chlorophyllin with 250 mL (1 cup) of water, and drink daily, or as directed by your health care practitioner. Shake well before use. Refrigerate after opening.
Medicinal Ingredient; Each 15 mL tablespoon contains 120 mg sodium copper chlorophyll (Chlorophyllin) from Medicago sativa (alfalfa) leaves.
Non medicinal Ingredients; Purified water, sorbic acid, sodium benzoate, sodium metabisulphite Contains no artificial colors, flavors or animal substances.
Risk Information; Do not use if you are pregnant or breastfeeding. This product may cause diarrhea and/or discoloration of the feces, urine or tongue. Keep out of reach of children. 
Reference :
What is Chlorophyll?
Green plants use carbon dioxide in the air, water and minerals from the soil and sunlight to produce food. This process is called “photosynthesis”. Sunlight is actually absorbed by the green substance found in leaves called “Chlorophyll”.
Promotes Cell Regeneration and Boosts the Immune System
Dr. Richard Willstatter and Dr. Hans Fisher have in 1915 and 1930 respectively received the Nobel Prize in medicine and Chemistry for discovering the molecular structure of human Red Blood cells and Chlorophyll. Due to this, Chlorophyll is shown to promote cell regeneration and reproduction as well as assist in building up the immune system.
Blood Production Property
Nobel Prize recipients, Dr. Richard Willstatter and Dr. Hans Fisher further discovered that the only difference between Red Blood Cells and Chlorophyll is that Chlorophyll has a magnesium atom in its nucleus while Red Blood Cells have iron. Thus, Chlorophyll can help in cases of anemia and other Blood deficiency conditions.

www.strokebethesda.com: Stroke dapat terjadi karena seseorang individu yang sehat memiliki faktor risiko stroke. Faktor risiko stroke ada yang dapat dikendalikan dan ada pula yang tidak dapat dikendalikan. Faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga, dan riwayat stroke sebelumnya. Kelompok usia lanjut dan laki-laki lebih mudah terkena stroke, demikian pula seseorang dengan riwayat keluarga stroke.
Faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, merokok, kolesterol darah yang tinggi, trigliserida darah yang tinggi, obesitas, dsb. Pemahaman akan faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan ini penting.
Pengendalian faktor risiko stroke ini akan menurunkan risiko seseorang untuk terkena stroke. Tekanan darah yang terkendali dibawah 130/80 mmHg akan menurunkan risiko seseorang untuk terkena stroke. Berhenti merokok akan menurunkan pula risiko terkena stroke. Kolesterol yang tinggi juga merupakan faktor risiko untuk terkena stroke. 
Pertanyaan kritis yang muncul adalah bagaimana hubungan antara kolesterol darah yang tinggi dan stroke? dan bagaimana upaya pengendalian kolesterol untuk mencegah stroke?
Mengenal Kolesterol
Kolesterol merupakan substansi lemak, yang secara normal dibentuk di dalam tubuh. Kolesterol dibentuk di hati dari lemak makanan. Kolesterol memainkan banyak peran penting dalam fungsi sel tubuh (antara lain produksi hormon).
Kolesterol darah dapat dibagi menjadi 2 bagian utama: kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol jahat; dan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai kolesterol baik. LDL membawa kolesterol dari hati ke sel, dan HDL berperan membawa kolesterol dari sel ke hati.
Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Hal ini dihubungkan dengan penngkatan risiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah (misalnya: penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pembuluh darah terpi). Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor penyebab kadar kolesterol yang tinggi adalah genetic, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Merokok meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan (misalnya: steroid atau pil kontrasepsi). 
Hubungan Kolesterol dan Stroke 
Kolesterol merupakan faktor risiko stroke yang secara konsisten dilaporkan dari berbagai hasil penelitian. Kolesterol LDL yang tinggi, kolesterol HDL yang rendah, dan rasio kolesterol LDL dan HDL yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko terkena stroke. Hal ini akan diperkuat bila ada faktor risiko stroke yang lain (misalnya: hipertensi, merokok, obesitas).
Hubungan antara kolesterol dan stroke tergambarkan pula dalam berbagai penelitian terapi kolesterol. Keberhasilan terapi penurunan kadar kolesterol darah akan penurunkan risiko stroke dan penyakit jantung sebesar 60%. Penurunan kadar koleserol darah akan menghambat proses atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri).

Perkembangan atherosclerosis dapat dihambat pada sebagian besar pasien yang menjalani terapi selama 2 tahun. Kadar kolesterol darah yang tidak terkendali akan meningkatkan risiko stroke. Pasien berusia 40 tahun-an yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi akan memiliki risiko sebesar 52% untuk mengalami serangan jantung dan stroke pada usia diatas 50 tahun (Lang, 2005).
Kadar kolesterol darah yang tinggi tidak memberikan gejala yang spesifik. Hal ini menyebabkan kadar kolesterol darah yang tinggi juga dijuluki sebagai the silent killer. Pasien datang berobat ketika telah muncul komplikasi pembuluh darah. Proses atherosclerosis tetap berjalan tanpa ada keluhan pasien.
Pengendalian Kadar Kolesterol
Pengendalian kadar kolesterol menuju angka yang normal akan sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung.
Target penurunan kadar kolesterol adalah sebagai berikut:
(1) kadar kolesterol darah total dibawah 200 mg/dl.
(2) kadar kolesterol darah LDL dibawah 130 mg/dl (pada individu tanpa riwayat penyakit jantung koroner), atau dibawah 100 mg/dl (bila pernah terkena penyakit jantung, merokok, menderita hipertensi, diabetes).
(3) kadar kolesterol HDL diatas 35 mg/dl; dan
(4) kadar trigliserida dibawah 250 mg/dl.

Pengendalian kadar kolesterol darah sesuai target dicapai dengan perubahan pola hidup dan terapi obat. Perubahan pola hidup yang dianjurkan meliputi penurunan berat badan, banyak makan serat, konsumsi buah dan sayuran, berhenti merokok, olah raga, dan pembatasan konsumsi lemak berlebih. Bila target penurunan kolesterol darah belum juga tercapai, pasien dapat berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh terapi obat. Terapi obat yang direkomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol daah adalah statin. Obat ini memiliki banyak golongan (misalnya: Pravastatin, Simvastatin, Lovastatin, Atorvastatin, Cerevastatin, Fluvastatin), dan sebagian besar telah tersedia di Indonesia.
Keberhasilan terapi statin untuk menurunkan risiko stroke telah dibuktikan dari berbagai penelitian. Penurunan kadar kolesterol darah sesuai target (dibawah 200 mg/dl) akan menurunkan risiko stroke sebesar 27%. Bagi pasien yang sudah pernah mengalami penyakit jantung, maka penurunan kadar kolesterol darah akan menurunkan risiko stroke sebesar 32%. Banyak diantara kita yang belum tahu kadar kolesterol darahnya. Kadar kolesterol darah yang tinggi sering tidak bergejala. 
Pertanyaan yang muncul adalah sudahkah anda tahu kadar kolesterol darah anda?.
Pengendalian kadar kolesterol merupakan upaya pencegahan stroke yang efektif. Ingatlah selalu bahwa “mencegah lebih baik daripada mengobati”.
Source: www.strokebethesda.com

Memahami Stroke

Memahami Stroke
Memahami Strokewww.strokebethesda.com: Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dari berbagai penelitian terdahulu. Seseorang disebut mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90 mmHg, atau lebih dari 135/85 mgHg pada individu yang mengalami gagal jantung, insufisiensi ginjal, atau diabetes melitus. Hipertensi merupakan faktor risiko stroke yang paling penting, meningkatkan risiko stroke 2‐4 kali lipat, tidak tergantung pada faktor risiko lainnya. Peningkatan tekanan sistolik maupun diastolik berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi. Untuk setiap kenaikan tekanan diastolik sebesar 7,5 mmHg maka risiko stroke meningkat 2 kali lipat. Apabila hipertensi dapat dikendalikan dengan baik maka risiko stroke turun sebanyak 28‐38%.
Pada umur belasan tahun maka sebenarnya telah terjadi pertumbuhan plaque di dinding arteri karotis dan sistem vertebrobasilaris, berkembang secara perlahan‐lahan tetapi progresif. Peningkatan tekanan darah akan lebih mempercepat terjadinya plaque, lapisan endotel pembuluh darah akan rusak dan kemudian memudahkan terjadinya ruptur / pecahnya plaque tadi yang kemudian terbentuklah trombus. Trombus tadi dapat menyumbat pembuluh darah secara lokal atau pecah menjadi emboli dan kemudian ikut aliran darah masuk ke dalam sistem serebrovaskular. Hipertensi juga dapat memecahkan pembuluh darah otak dan terjadilah perdarahan intraserebral, intraventrikular, maupun subaraknoidal.  Antara 90‐95% latar belakang terjadinya hipertensi belum diketahui secara jelas. Namun demikian hipertensi dapat dideteksi dengan mudah, dan biasanya dapat dikendalikan / diobati. Pada sebagian besar kasus, hipertensi tidak menimbulkan gejala (silent disease); sekitar 32% penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi.  Pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui dua pendekatan, ialah pengendalian gaya hidup (lifestyle) dan pemberian obat antihipertensi.  Pengendalian gaya hidup meliputi:
(a) mempertahankan berat badan normal untuk dewasa dengan perhitungan body mass index 20‐25 kg/m2;
(b) mengurangi asupan garam, kurang dari 6 gram garam dapur atau kurang dari 2,4 gram Na+/hari; 
(c) tidak minum alkohol, atau minum alkohol kurang dari 3 unit/hari bagi laki‐laki dan kurang dari 2 unit bagi perempuan; 
(d) olahraga erobik 30 menit/hari, jalan cepat lebih baik daripada angkat besi;
(e) makan buah dan sayur, pilih yang segar dan murah harganya; dan
(f) mengurangi konsumsi lemak baik yang jenuh maupun yang tidak jenuh. 
 Di samping itu, pemeriksaan rutin perlu pula diperhatikan dan dilaksanakan secara teratur, antara lain pemeriksaan fisik dan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium (protein dan darah dalam urin, kreatinin dan elektrolit dalam darah, gula darah terutama dalam keadaan puasa, profil lipid meliputi trigliserida dan kolesterol LDL dan HDL), serta pemeriksaan elektrokardiogram.
Pengembangan dan penelitian obat‐obat antihipertensi terus dilakukan di seluruh dunia, baik penelitian dasar maupun klinik / aplikatif. Ada yang menarik perhatian, ialah bahwa di antara sekian banyak obat antihipertensi yang ada dan telah diteliti maka golongan angiotensin converting enzyme inhibitors mempunyai daya proteksi yang tinggi terhadap penyakit kardiovaskular yang didasari oleh hipertensi. Obat ini mempunyai daya proteksi pada dinding arteri melalui mekanisme pengurangan stres oksidatif dan penurunan tanggapan proliferatif dan inflamasi yang keduanya menghambat terjadinya plaque aterosklerotik pada dinding arteri. Source: www.strokebethesda.com
Related Post :
  • Memahami Stroke
  • Faktor Risiko Stroke
  • Kolesterol dan Stroke
  • Kolesterol dan Asam Lemak Jenuh
  • Penyakit Kardiovaskular
  • Tentang Heart Massive Attacks

Penyakit Jantung dan Kardiovaskular

Diposkan oleh jogjahealthpedia | Minggu, November 22, 2009

Memahami Stroke


www.scumdoctor.com: SEKITAR 60 juta orang Amerika di Amerika Serikat menderita dengan satu atau jenis lain penyakit kardiovaskular. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat dengan kanker mengambil tempat kedua.
Komponen utama sistem kardiovaskular manusia termasuk jantung dan pembuluh darah. Fungsi hati termasuk pemurnian darah dan murni memompa darah ke seluruh tubuh. Ada dua jenis termasuk pembuluh darah arteri dan vena. Murni arteri membawa darah dari jantung ke berbagai bagian tubuh. Vena membawa darah kotor dari bagian tubuh yang berbeda ke jantung. Penyakit kardiovaskular dapat didefinisikan sebagai gangguan yang terjadi di berbagai bagian dari sistem kardiovaskular. Gangguan ini dapat bersifat bawaan atau didapat. Penyakit jantung kongenital termasuk jantung myopathies terjadi pada saat kelahiran anak. Penyakit kardiovaskular yang diperoleh adalah yang berkembang sebagai konsekuensi dari gaya hidup yang tidak sehat.
Penyakit kardiovaskular secara luas dapat digolongkan ke dalam penyakit terjadi pada penyakit jantung dan pembuluh darah memengaruhi. Kondisi yang mempengaruhi jantung termasuk penyakit jantung koroner, penyakit arteri koroner, infark miokard, iskemia miokard, serangan jantung, angina pektoris, cardiomyopathies, angina, penyakit jantung katup, penyakit perikardial dan gagal jantung kongestif. Kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah termasuk tekanan darah tinggi, vaskulitis, klaudikasio, atherosclerosis, varises, vena trombosis, vena ketidakmampuan dan aneurisma.
Ada beberapa faktor risiko yang memengaruhi terjadinya penyakit kardiovaskular. Sebagian besar penyakit jantung terjadi sebagai akibat dari lebih dari satu faktor risiko. Penyakit kardiovaskular dapat dicegah sampai batas tertentu jika seseorang mengadopsi gaya hidup sehat seperti menghindari merokok dan konsumsi alkohol, berolahraga secara teratur, mengambil diet seimbang kaya buah-buahan dan sayuran, mengontrol glukosa darah dan kadar kolesterol, mengontrol tekanan darah, dan memelihara berat badan yang sehat. 
Memahami Stroke
Source: www.scumdoctor.com